Kacier Kusuma's Blog
where I share my knowledge useful

Kisah Persahabatan Empat Perempuan

PERSAHABATAN

PERSAHABATAN

Mereka bertemu saat sama-sama mengantarkan anak ke sekolah. Mulai sekadar saling sapa, keluar makan bareng, sampai akhirnya menjadi sahabat. Lebih dari enam tahun mereka berteman. Seperti apa suka duka mereka? Berikut cerita Shirley, Melan, Lie-Lie, dan Sintya.

Tipe sahabat yang diinginkan seperti apa?

Melan: Saya itu santai. Easy going. Jadi, tidak terlalu repot pilih-pilih sahabat. Yang penting hanya satu. Bedanya sahabat sama teman, sahabat harus bisa dipercaya karena kita bisa cerita banyak hal. Maka, saya paling tidak bisa dikhianati. Sekali dikhianati, sudah tidak bisa jadi sahabat lagi. Meskipun, dia sudah minta maaf.

Lie-Lie: Betul itu. Sejak dulu, saya pilih-pilih teman, apalagi sahabat. Dulu, saya punya seorang sahabat yang saya kira baik. Ternyata, dia hanya mau memanfaatkan saya. Akhirnya, saya marah dan sudah ndak mau bersahabat sama dia lagi. Sekarang, saya tidak mau punya satu sahabat. Lebih baik bersahabat secara berkelompok.

Shirley: Saya tidak punya kriteria khusus, ya. Soalnya, bagi saya, semuanya lebih enak dibawa santai. Tidak usah dimasukkan ke dalam hati. Maka, saya tidak terlalu repot milih teman. Yang penting cocok, ya ayo saja.

Sintya: Saya lebih suka sahabat yang tulus. Maksudnya, dia tidak dekat dengan kita karena ingin memanfaatkan. Soalnya, saya kalau berteman juga tulus. Terus, apa lagi ya? Saya suka yang tidak mudah tersinggung. Kami semua suka ngomong terus terang, susah kalau ada yang mudah marah. Tapi, biar suka blak-blakan, kami tetap memahami kepribadian masing-masing dan menyesuaikan diri.

Pernah punya pengalaman khusus dengan sahabat?

Lie-Lie: Ada ya. Saya sama Shirley kan sejak dulu dekat. Terus, ada yang ndak suka sama kami. Akhirnya, orang itu berusaha mengadu domba. Di depan saya, dia jelek-jelekkan Shirley. Begitu juga sebaliknya. Untung, kami langsung cross check. Jadi, tahu bahwa teman kami yang satu itu memang berniat nggak baik.

Shirley: Benar. Saya tuh sampai kesal. Saya bilang sama Lie-Lie, kalau kamu ndak percaya, dengar omongannya sendiri. Waktu teman itu telepon, saya kasih speaker. Jadi, Lie-Lie tahu. Akhirnya, kami tahu bahwa teman itu ndak baik.

Melan: Saya punya. Tapi, bukan mereka. Waktu saya opname di rumah sakit, saya kenal pasien di sebelah saya. Keimanan dia tuh kuat. Jadi, dia kasih nasihat. Kebetulan, saya dan suami berbeda keyakinan. Dia bilang,”Tidak apa-apa satu rumah tangga dua nakhoda. Kamu jangan lupa doa buat kamu dan suami. Pasti, nanti nakhodanya tinggal satu.” Sekarang dia sudah meninggal. Rasanya ya sedih banget.

Sintya: Saya, apa ya? Nggak pernah punya pengalaman khusus yang berkesan banget, ya. Biasa saja. Selama ini, sama mereka baik-baik saja. Paling sering ditegur kalau terlalu berisik di tempat umum. Kadang, kalau kumpul semua, kami jadi ribut sendiri. Sampai kadang bikin orang lain terganggu.

Misalnya ada masalah sesama sahabat, diselesaikan langsung atau melibatkan orang lain?

Sintya: Langsung lah. Misalnya kami nggak suka sesuatu, kami bilang langsung. Tapi, ya tidak menggunakan kata-kata yang bisa menyakiti. Misalnya kami tahu tipe Melan kayak apa, ya kami cari cara yang kira-kira nggak bikin dia marah.

Lie-Lie: Benar. Kami sudah saling tahu sifat masing-masing sehingga tidak perlu melibatkan orang lain. Mungkin karena itu, kami tidak pernah bermasalah. Misalnya ya, ada yang pakai tas brand asli. Terus, ada yang pakai brand palsu. Kami nggak langsung nyindir dia. Biasa saja. Malah, yang pakai tas palsu langsung bangga.

Melan: Haha. Benar. Untuk tas, saya beli yang palsu tapi bagus. Saya bilang sama teman-teman kalau itu palsu. Tidak usah menyembunyikan. Tidak masalah. Nggak ada gengsi-gengsian.

Shirley: Itulah enaknya berteman sama mereka. Langsung, apa adanya. Ada masalah, selesaikan langsung. Tapi, karena kami terbuka, hampir tidak pernah ada masalah. Fine-fine saja. (any/ayi)

Data Pribadi

Melanni Lindawati (Melan)

34 tahun, ibu dua anak

Ibu rumah tangga

Sintya Wijaya (Sintya)

29 tahun, ibu tiga anak

Ibu rumah tangga

Lidya Winda Hosana (Lie-lie)

33 tahun, ibu tiga anak

Ibu rumah tangga

Shirley Atmajaya (Shirley)

33 tahun, ibu tiga anak

Ibu rumah tangga

http://www.jawapos.co.id/

Belum Ada Tanggapan to “Kisah Persahabatan Empat Perempuan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: